Latar Belakang:
Setiap orang tua berharap anak-anaknya menjadi cerdas, sehingga berbagai cara dilakukan orang tua agar mencapai harapan itu, antara lain dengan menyekolahkan anak, bahkan sebagian orang tua menambah kemampuan belajar anaknya melalui les, kursus dan bimbingan belajar.
Permasalahannya adalah: semua media belajar anak tersebut (sekolah dan tempat les/kursus), hanya menyampaikan materi-materi pelajaran, sementara di luar hal tersebut (misalnya suasana emosi dan pembangunan mental/spiritual), tetap sangat tergantung pada dukungan lingkungannya, terutama kedua orang tuanya serta kondisi keluarganya, karena sebagian besar waktu si anak dilaluinya di rumah.
Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua dalam mendukung proses belajar anak-anaknya?
Biasanya orangtua mendidik anak-anaknya berdasarkan pengalaman sebagaimana mereka terima dari orangtuanya dulu, sementara, lingkungan anak-anak sekarang berubah dengan sangat cepat seiring dengan perkembangan keadaan, misalnya perkembangan teknologi (bisa dilihat dari bagaimana pengaruh televisi dan Play Station terhadap anak-anak).
Dengan keadaan seperti itu, tak sedikit orang tua yang merasa bingung dalam mendukung proses belajar anak-anaknya, sementara referensi dalam hal tersebut, jarang sekali didapat oleh orang tua.
Sementara itu, kecerdasan anak selama ini diidentikan dengan kemampuan anak dalam menyerap berbagai pengetahuan di bidang eksak, misalnya Matematika/IPA, (sehingga bidang-bidang studi tersebut menjadi materi pokok bagi sebagian besar les, kursus atau bimbingan belajar).
Akibatnya bagi anak-anak yang lemah dalam bidang-bidang studi tersebut sering disebut kurang cerdas dan membuat orang tuanya merasa tidak berhasil dalam mendidik anak-anaknya.
Padahal berdasarkan penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan modern, ternyata kecerdasan itu dimiliki anak dalam berbagai bidang, sehingga dikenal istilah kecerdasan majemuk (multiple intelligences), sehingga anak mempunyai peluang untuk berkembang di berbagai bidang (tidak terbatas hanya matematika dan IPA saja).
Lalu bagaimana cara mendukung anak agar berkembang sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya?.
Melalui workshop ini, diharapkan peserta dapat menambah pemahamannya dalam menunjang proses pembelajaran anak, sehingga mereka dapat melakukan berbagai hal agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya, sehingga sedikit banyak juga membantu proses belajar mengajar di sekolah anak tersebut, dengan kata lain juga akan membantu para guru di sekolah dalam proses mendidik anak tersebut.
Kegiatan:
Workshop Cara Cerdas Menjadikan Anak Cerdas (Smart Parenting)
Peserta:
Para orang tua, yang mempunyai kepedulian dalam proses pembelajaran dan kemajuan anak
Tujuan:
§ Meningkatkan kemampuan orang tua dalam hal teknik-teknik penunjang proses belajar anak-anaknya, sehingga dapat mendukung secara optimal perkembangan anak-anaknya tersebut.
§ Menerapkan kemampuan belajar anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi salah satu life skill. (keterampilan hidup) yang akan berguna dalam kehidupan setelah lulus sekolah.
Metoda:
§ Dilakukan dengan pendekatan aplikasi secara interaktif dengan langsung menerapkan teknik-teknik belajar efektif selama pelatihan (menggunakan musik latar, media visual, dll.).
§ Melakukan latihan aplikasi dari metoda penunjang proses belajar anak
§ Waktu yang dibutuhkan 2 – 8 jam (menyesuaikan alokasi waktu)
Silabus:
- Memahami Potensi Otak
- Menata lingkungan belajar yang tepat
- Menemukan gaya belajar Anak
- Memahami Potensi Kecerdasan Anak
- Memanfaatkan Kekuatan Bawah Sadar
- Menjalin komunikasi yang tepat dengan anak
Pengguna Jasa:
- Dharma Wanita Kota Tangerang
- Dharma Wanita Kabupaten Tangerang
- Ikatan Istri Karyawan Jasa Marga Pusat, Jakarta
- Bhayangkari Polres Metro Tangerang & Jakarta Pusat
- TK/SDIT Al Mufty Tangerang
- Komite Sekolah YPPSB Sangatta, Kalimantan Timur
- GOW Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau
- Yayasan Fastabiqul Khairat Samarinda
- Forum Pemberdayaan Perempuan Lintas Agama Lubuklinggau – Musi Rawas (Sumsel)
- TP PKK Propinsi Kalimantan Timur
- Dharma Wanita Propinsi Kepulauan Riau
