Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/yusefhil/public_html/wp-settings.php on line 520

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/yusefhil/public_html/wp-settings.php on line 535

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/yusefhil/public_html/wp-settings.php on line 542

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/yusefhil/public_html/wp-settings.php on line 578

Deprecated: Function set_magic_quotes_runtime() is deprecated in /home/yusefhil/public_html/wp-settings.php on line 18
Yusef J. Hilmi
yusefhilmi on September 2nd, 2010

Kamis, 2 September 2010, saya berkesempatan mengisi kelas pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru FE Untirta Serang.

Bagi yang berminat mendapatkan materinya, bisa mengunduh di sini

yusefhilmi on August 29th, 2010

Kemarin, Sabtu 28 Agustus 2010 saya berkesempatan ngisi kelas dengan tema Smart Parenting di SDIT Tunas Harapan Ilahi Tangerang.

Bagi yang membutuhkan materi yang disampaikan, dapat di download di sini

Semoga bermanfaat.

yusefhilmi on August 31st, 2009

kerja-terpaksaSalah satu rahasia abadi tentang kebahagiaan hidup adalah mengerjakan apa yang dicintai. Salah satu ciri yang didapat pada kehidupan orang-orang sukses dalam sejarah adalah bahwa mereka semua senang dengan apa yang mereka lakukan dalam hidup, mereka bergairah dengan pekerjaan mereka. Thomas Edison contohnya, pria yang mencatatkan 1.093 hak paten selama hidupnya, di akhir hidupnya mengungkapkan tentang kecemerlangan kariernya, “Saya tidak pernah melakukan pekerjaan di dalam hidup saya, semuanya adalah kesenangan..”

Permasalahannya, kita tidak selalu mampu atau berkesempatan untuk mengerjakan apa-apa yang sebenarnya kita cintai. Hal ini terjadi karena status kita sebagai karyawan misalnya, di mana kita selalu dituntut untuk mengerjakan sesuatu yang bisa jadi sesungguhnya sangat tidak kita sukai. Menghadapi hal ini, sebenarnya kita punya pilihan ekstrim.., yaitu meninggalkan kondisi atau situasi serta pekerjaan tersebut. Upsss…! itu artinya kita memperbesar peluang kita untuk dipecat..!

Kalau memang hal itu tidak mungkin kita pilih (karena kita belum punya pilihan lain..), maka tidak bisa tidak, kita harus menghadapi pekerjaan itu.. dan supaya tidak terjadi tekanan batin dalam diri kita, maka kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita itu. Dan ketika kita mencoba untuk melakukan hal itu, kita akan menemukan sebuah tantangan intelektual dan kegembiraan karena tidak terjebak oleh sesuatu yang di luar kendali kita.

Pada akhirnya, ketika kita mencintai pekerjaan, kita akan menemukan bahwa kita tidak akan pernah harus bekerja lagi di dalam hidup. Pekerjaan kita akan dijalankan dan waktu berlalu secepat ia datang.

Dan.. kalau kita begitu bersusah payah, sehingga begitu menguras energi dan pikiran, untuk mencoba mencintai pekerjaan kita, ada baiknya kita mendengar nasihat seorang pebisnis sukses, Richard Branson, sebagai berikut:

“Apabila Anda masih harus bekerja untuk seorang atasan dalam bidang yang tidak Anda sukai, jangan mengeluh. Berpikir secara positif dan jalani saja kewajiban Anda. Tetap bekerja keras untuk mendapatkan upah Anda. Nikmati hubungan dengan orang-orang yang datang kepada Anda karena pekerjaan Anda. Dan apabila Anda tetap tidak bahagia, buat sasaran untuk memisahkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan Anda..

Selamat berjuang saudaraku…

yusefhilmi on May 7th, 2009

Setelah singgah semalam di Bontang, perjalanan kami lanjutkan menuju kota Sangatta. Kota ini tidak terlalu jauh dari Bontang, hanya diperlukan sekitar 45 menit dari Bontang.

Sangatta adalah ibukota dari Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung Batubara di Kalimantan Timur, dimana di dalam tanahnya terkandung persediaan batubara sebanyak 5,35 miliar ton…!

Karena hal itu maka kehidupan (terutama sektor ekonomi) di Sangatta sangat dipengaruhi oleh keberadaan perusahaan-perusahaan pengelola batubara tersebut. Perusahaan yang paling besar adalah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) milik keluarga Bakrie (itu sebabnya konon yang menyebabkan keluarga Bakrie menjadi orang terkaya di Indonesia).

Alhamdulillah, selama di Sangatta ini saya berkesempatan melihat langsung eksplorasi batubara pada sebuah gunung dari sebuah bukit yang namanya Bukit Pandang.

Begitu luasnya lahan eksplorasi tersebut, sehingga sejauh mata memandang yang terlihat adalah ladang eksplorasi. Kegiatan pengerukan batubara ini dilakukan selama 24 jam non stop selama bertahun-tahun, sehingga menciptakan sebuah lubang raksasa yang konon kedalamannya sudah di bawah permukaan laut.

Yang menarik lagi adalah, untuk mengangkut batubara tersebut digunakan kendaraan truck-truck raksasa, dimana diameter bannya saja bisa mencapai enam meter, sehingga kalau disandingkan dengan pickup biasa, kita seperti melihat mobil mainan saja. Hebatnya lagi, di antara para pengemudi truck raksasa tersebut adalah perempuan.

Melihat pemandangan alam yang penuh dengan kandungan batubara seperti ini, saya tidak henti-hentinya memuji karunia Allah yang telah menganugerahi bumi ini dengan bahan yang sangat bermanfaat bagi umat manusia… Subhanallahhh…

Sangatta 20 Des 2007.

lembah-eksplorasi convoyraksasa3bandingkan

yusefhilmi on May 7th, 2009

everlasting_02

Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, hari ini adalah berkah…

Begitu populernya pepatah tersebut, sampai-sampai dijadikan petuah sakti Master Oogway di Kungfu Panda, tapi selalu saja makna pepatah itu begitu menyentuh, karena tak sedikit di antara kita, ada yang terkadang -bahkan selalu- terperangkap oleh kejadian atau kesalahan-kesalahan di masa lalunya. Padahal, salah satu hal yang tidak bisa dikendalikan dalam hidup ini adalah masa lalu. Jadi, tidaklah masuk akal untuk mencemaskan kejadian atau kesalahan di masa lalu, kecuali Anda ingin mengalaminya untuk kedua kalinya.

Setiap detik yang kita gunakan untuk memikirkan kepahitan hidup yang terjadi masa lalu, tanpa kita sadari kita curi dari masa depan kita. Setiap menit yang kita habiskan untuk memfokuskan diri pada masalah-masalah, membuat kita semakin sulit menemukan solusinya. Dan ketika kita memikirkan semua hal yang kita harap tidak pernah terjadi pada kita, sebenarnya menghambat semua hal yang kita ingin agar terjadi di dalam hidup kita.

Kalau saja kita cermati lebih mendalam, sebenarnya, betapapun pahitnya sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu, selalu saja ada makna di belakang kejadian tersebut, hanya saja terkadang kita luput untuk memperhatikannya. Di dalam nasib yang paling buruk sekalipun, selalu saja ada kesempatan paling bagus untuk mengalami perubahan yang membahagiakan. Ketika kita menderita karena memikul kesulitan yang lumayan berat dalam hidup, mungkin kita sedang dipersiapkan untuk memenuhi beberapa tujuan yang lebih besar yang mengharuskan kita dilengkapi dengan pelajaran dan kebijaksanaan yang kita terima melalui penderitaan itu. Sebaiknya kita selalu mengingat bahwa orang yang bahagia sering mengalami kemalangan sebnayak yang dialami orang yang tidak bahagia. Yang membuat mereka berbeda adalah mereka memaknai segala peristiwa itu dengan lebih mendalam dan digunakan untuk memperkaya warna kehidupan mereka.

Jadi, setiap kali ingatan akan kejadian pahit di masa lalu melintas di pikiran Anda, urailah dan carilah maknanya, kemudian gunakanlah pelajaran yang Anda peroleh dari masa lalu itu untuk bangkit ke tingkat kesadaran dan pencerahan yang sama sekali baru.

yusefhilmi on May 6th, 2009

Setelah Samarinda, kota berikutnya yang saya tuju dalam perjalanan keliling Kaltim adalah Bontang. Sebuah kota kecil yang terletak 120 km di sebelah Utara Samarinda. Meski terbilang kota kecil, namun kota ini cukup dikenal, mengingat di wilayah kota ini terdapat dua perusahaan besar, yaitu Pupuk Kaltim (PKT) dan LNG Badak.

Di Bontang, saya menjadi tamu Grapari (Telkomsel) Bontang. Ada yang unik di Grapari ini, dimana di sini saya bertemu dengan Srikandi-srikandi Telkomsel, salah satunya adalah tiada lain dari Manajer Grapari Bontang, Ibu Sri Hartati.

Sebelum bertemu dengan beliau, saya dapat bocoran informasi bahwa beliau adalah salah seorang penggemar musik. Dan ternyata benar, begitu saya memasuki ruangannya, terdengar musik yang bersumber dari speaker di meja kerjanya. Itu sebabnya barangkali yang membuat dia tampak selalu ceria.

Ketika saya sampaikan bocoran informasi tadi, beliau juga ternyata mempunyai bocoran informasi tentang saya. Dia tahu tentang tulisan-tulisan saya di blog saya, dia juga bahkan tahu bahwa saya aktif di komunitas TDA. Ah… skornya jadi 1-1.

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk menawarkan pada tuan rumah yang saya kunjungi untuk berbagai pengetahuan pada para karyawannya, begitupun pada bu Tati, saya menawarkan untuk membuat kelas dadakan bagi para karyawan Grapari Bontang. Ternyata beliau menyambut dengan antusias. Maka diputuskan untuk melaksanakannya pukul 17.00 hari itu juga (padahal waktu itu sudah pukul 13.30). Dan luar biasa… ketika saya kembali ke situ pukul 16.45, hampir semua karyawan Grapari Bontang sudah berkumpul di ruang pertemuan (hanya mereka yang bertugas ke luar kota saja yang tidak dapat hadir). Saking penuhnya, karena ruangannya tidak mencukupi, akhirnya sebagian di antara mereka duduk lesehan di lantai, dan mereka bertahan sampai akhir acara kurang lebih pukul 19.30.

Srikandi Telkomsel yang lain adalah mbak Mutiara Sari, ia adalah Supervisor Sales Grapari Bontang. Saya menyaksikan sendiri keluarbiasaannya dimana dengan sigapnya dia memimpin pasukannya dalam menyelenggarakan kelas di dua tempat yang terletak cukup jauh dari Bontang, yaitu Sangatta dan Kongbeng. Dia langsung turun tangan mulai dari persiapan tempat, mengecek undangan, menyiapkan perlengkapan sampai memberikan materi pelatihan di kelas.

Saya sungguh beruntung bertemu dan berkenalan dengan mereka…

Bontang, 19 Des 2007

bontang bontang4

yusefhilmi on May 6th, 2009

hoshinavi1

Seringkali kita berpikir bahwa untuk menjalani kehidupan yang benar-benar istimewa, kita harus melakukan tindakan besar atau prestasi hebat yang akan membuat kita dikenal orang dan menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Ternyata… hal itu tidaklah sepenuhnya benar. Justru sebaliknya, hidup yang penuh makna akan diperoleh dari serangkaian tindakan sehari-hari yang baik, yang meski terkesan sepele, tapi justru menambahkan sesuatu yang sungguh hebat bagi jalan kehidupan.

Sadarilah, setiap peristiwa yang kita hadapi setiap hari, pastilah atas skenario dari Tuhan, oleh karenanya, setiap orang yang memasuki kehidupan kita pasti memunyai satu pelajaran untuk disampaikan atau satu kisah untuk diceritakan. Atau bisa jadi, setiap orang yang pada suatu waktu Anda temui atau menghiasi hari-hari Anda, mengisyaratkan adanya suatu kesempatan pada kita untuk menunjukkan kebaikan-kebaikan kita yang menegaskan kemanusiaan kita.

Mengapa tidak kita ciptakan lebih banyak makna bagi kehidupan kita melalui hal-hal kecil yang bisa kita sampaikan pada orang-orang di sekitar kita. Saya pikir, jika hari ini kita membuat satu orang tersenyum atau kita bisa mencerahkan suasana hati orang lain, maka hari kita akan menjadi hari yang bermanfaat. Karena betapapun sangat sederhananya, kebaikan, adalah biaya yang harus kita bayar atas kesempatan yang kita peroleh untuk bisa hidup di bumi ini.

Marilah kita tantang diri kita untuk lebih kreatif dalam menunjukkan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. Mungkin dengan menawarkan tempat duduk kita di angkutan umum kepada seseorang yang lebih membutuhkannya (hal ini sangat klise, tapi selalu saja membuat orang lain senang menerimanya…), mungkin dengan memberi ucapan “selamat pagi…”, “terima kasih dan selamat menjalankan tugas” kepada petugas pom bensin ketika selesai mengisi bensin atau petugas pintu tol ketika membayar tol. Mungkin dengan menjadi orang pertama yang memberikan salam atau sapaan kepada petugas satpam di tempat kita bekerja. Semuanya merupakan hal-hal kecil tapi merupakan hal-hal yang luar biasa untuk mengawalinya.

Suatu waktu, saya pernah diberi hadiah bingkisan yang isinya ikan asin oleh seorang alumnus pelatihan saya, saya begitu senang dan terharu atas perhatian yang diberikannya itu. Sungguh, saya tidak melihat isi dari hadiah itu, tapi saya merasakan kesungguhan dia dalam memberikan hadiah tersebut. Saya juga orang biasa, yang cenderung merasa senang kalau diberikan sesuatu, Anda juga pasti merasakan hal yang sama. Maka, senangkanlah orang-orang di sekitar Anda, dengan memberikan sesuatu, meskipun hal-hal yang kecil…

yusefhilmi on May 6th, 2009

christophe_vacher_03

Ketika Anda dilahirkan, Anda menangis sementara dunia bergembira. Jalanilah hidup sebaik mungkin agar ketika Anda meninggal, dunia menangis sementara Anda bergembira.

Kalimat di atas beberapa kali saya baca di antara buku-buku yang sempat saya baca. Pada awalnya tidak terlalu saya anggap istimewa. Tapi semakin hari, semakin saya menemukan makna dari ungkapan tersebut. Lebih-lebih saat ini kita berada di tengah masyarakat yang hidup dengan melupakan kehidupan.

Kita sering melihat ada orang yang demi memenuhi keinginannya sampai-sampai menghalalkan berbagai cara. Ada orang yang bekerja keras mengumpulkan harta benda dengan alasan demi keluarga, dan ketika hartanya berlimpah ruah, anaknya jadi korban narkoba. Ada orangtua yang bertindak keras pada anak-anaknya dengan alasan kasih sayang, tapi anaknya merasa tersiksa. Ada orang yang begitu terkenal dan jadi pembicaraan orang, tapi keadaan keluarganya kacau balau. Ada orang yang dengan mudahnya mengunjungi berbagai tempat di belahan dunia, tapi kesulitan menyebrang jalan untuk bertemu dengan tetangganya. Ada orang yang dengan mudahnya bertemu dengan orang-orang penting, tapi kesulitan untuk menepati janji kepada anak-anaknya untuk pergi berenang. Ada orang yang memiliki HP, e-mail, faksimile sehingga tidak pernah kesulitan dalam berkomunikasi, tapi tidak pernah bersentuhan dengan kemanusiaannya.

Seperti itukah arti kehidupan…?

Sejenak, mari kita bertanya pada diri sendiri: siapa sajakah yang akan menangis ketika kita meningal? Berapa banyakkah orang yang pernah kita sentuh dan merasakan kemanfaatan atas keberadaan kita selama kita hidup di planet ini? Warisan apakah yang akan kita tinggalkan setelah kita menghembuskan napas terakhir? Hal-hal baik apa sajakah yang akan dibicarakan orang tentang kita manakala kita sudah tiada?

Salah satu pelajaran dalam kehidupan adalah bahwa jika Anda tidak mengambil tindakan atas hidup, maka hidup mempunyai kebiasaan untuk mengambil tindakan atas Anda. Cobalah sejenak untuk mengingat kembali, rasanya baru kemarin kita menggunakan seragam SD, SMP dan SMA… Semuanya begitu cepat berlalu, semuanya begitu cepat berakhir… Pertanyaannya: berapa banyakkah pelajaran kehidupan bisa kita ambil dari periode kehidupan tersebut?.

Cobalah tengok seorang tua yang karena keterbatasan fisiknya, waktunya lebih banyak digunakan untuk merenung. Cobalah tanyakan padanya: hal-hal apa sajakah yang dia sesali dalam kehidupannya?. Alternatif jawabannya ada dua, pertama, dia menyesali atas hal-hal yang telah dia lakukan sepanjang hidupnya, kedua, dia menyesali atas hal-hal yang tidak sempat dia lakukan sepanjang hidupnya. Pertanyaannya: kira-kira alternatif jawaban mana yang kemungkinan besar disampaikannya?.

Suatu waktu, di hari-hari terakhirnya, George Bernard Shaw ditanya di ranjang kematiannya, “Apa yang akan Anda lakukan jika Anda dapat menjalani kehidupan Anda sekali lagi?”. Ia terdiam, kemudian menjawab sambil menarik napas panjang, “Saya ingin menjadi orang yang saya inginkan namun tidak pernah saya wujudkan”.

Anda, tidak perlu menunggu usia tua untuk merenungi dan menjawab pertanyaan tersebut, Temukanlah diri Anda. Temukan panggilan hidup Anda. Ingin seperti apakah Anda menjalani kehidupan ini?. Saya percaya, kita semua memiliki talenta khusus yang menunggu untuk digunakan, menunggu untuk dimanfaatkan, demi untuk memberi makna bagi kehidupan kita masing-masing.

yusefhilmi on March 16th, 2009

Ketika acara Kick Andy di Metro TV membahas tentang buku Laskar Pelangi, hadir sebagai salah satu nara sumber adalah Gede Prama. Ada pernyataan Gede Prama yang menarik untuk disimak pada kesempatan itu. Dia mengungkapkan bahwa ketika beliau di SMA, sempat mebaca sebuah tulisan yang menyatakan bahwa; yang akan menyelamatkan hidup bukanlah pendidikan, melainkan keterampilan… Itu sebabnya beliau menekuni secara terus menerus keterampilan menulis dari sejak SMA sampai sekarang.

Pernyataan tersebut, menyadarkan saya pada jawaban permasalahan mengapa banyak orang yang pintar secara akademik (melalui pendidikan) tidak berhasil dalam kehidupannya, sebaliknya, banyak orang yang tidak berpendidikan secara memadai, namun berhasil dalam kehidupannya. Karena ternyata kehidupan lebih memberi tempat pada orang yang mempunyai keterampilan dibanding dengan orang yang berpendidikan.

Pada tahun 70-an ke belakang, orang-orang yang mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi, mempunyai tempat terhormat di masyarakat, sehingga berimplikasi pada keberhasilan tarap kehidupannya, hal itu terjadi karena hanya sedikit anggota masyarakat yang mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sementara sekarang, lulusan perguruan tinggi begitu berlimpah. Persaingan terjadi bukan hanya antara alumni perguruan tinggi swasta dengan alumni perguruan tinggi negeri, tapi juga bersaing dengan alumni perguruan tinggi dari luar negeri.

Melihat keadaan seperti ini, maka pernyataan di atas sangatlah berkorelasi positif, di mana pendidikan bukanlah jaminan bagi keberhasilan kehidupan seseorang. Yang bisa mengantar keberhasilan seseorang lebih didasarkan pada potensi individualnya, yaitu keterampilan yang dikuasainya.

Mari kita telusuri lebih jauh. Pendidikan adalah sebuah proses memberi asupan berbagai pengetahuan pada kandungan intelektual kita melalui kegiatan yang disebut belajar. Sementara keterampilan adalah sebuah hasil dari proses memberi asupan pada tindakan kita melalui kegiatan yang disebut berlatih.

Permasalahannya, sebanyak apapun pengetahuan kita dan setinggi apapun pendidikan kita, tidak akan berarti banyak manakala kita tidak bertindak. Sementara itu, betapapun sederhananya sebuah keterampilan yang kita lakukan, langsung terlihat hasilnya (karena hasil dari tindakan), dan semakin sering kita melakukan keterampilan tersebut, maka kita semakin terampil.

Itu sebabnya dalam buku-buku motivasi selalu ditekankan bahwa pendidikan bukanlah sumber daya, tetapi baru sebatas potensi sumber daya. Pendidikan akan menjadi sumber daya bagi seseorang manakala menjadi dasar bagi tindakannya. Pendidikan bahkan menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang. Lihatlah betapa banyak sarjana yang bertahun-tahun jadi penganggur hanya karena memilih-milih pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya.

Simpulnya adalah; mari kita tak henti-hentinya melatih keterampilan kita, apapaun latar belakang dan tingkat pendidikan kita. Bisa jadi kita sebenarnya mempunyai keterampilan yang menjadi hobi kita di bidang yang sama sekali tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikan kita. Mari kita kembangkan, karena bisa jadi suatu waktu kehidupan kita berhasil karena keterampilan tersebut.

Saya merasa yakin pada hal ini. Karena saya sudah membuktikannya…

Saya telah diselamatkan oleh ketrampilan yang saya kuasai… dan keterampilan saya sama sekali tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikan saya…

Selamat berlatih…

Yusef J. Hilmi

yusef_hilmi@yahoo.com

PS: Berita baiknya, sebenarnya semua orang mempunyai talenta di bidang keterampilan tertentu, sebagai salah satu anugerah Allah yang telah diberikan pada setiap orang. Hanya saja hanya sedikit orang yang menyadarinya. Ada dua cara praktis menemukan talenta itu; pertama, cari dengan mencoba-coba, dan yang kedua, tunggu sampai kepepet